Melahirkan dalam air atau metode water birth, merupakan salah satu alternatif persalinan yang paling populer karena dianggap mampu mereduksi rasa sakit.
Seperti dikutip dari Modernmom, beberapa penelitian bahkan mengklaim metode ini juga bermanfaat bagi bayi yang akan dilahirkan.
Berdasar laporan Water Birth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit mempertahankan suhu yang tepat.
Dr. Otamar Samsudin SpOG, Dokter spesialis Ginekologi Summarie Clinic Healthcare Brawijaya Jakarta mengatakan
melahirkan dalam air pada dasarnya bertujuan mengurangi rasa sakit saat melahirkan.Berdasar laporan Water Birth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit mempertahankan suhu yang tepat.
Dr. Otamar Samsudin SpOG, Dokter spesialis Ginekologi Summarie Clinic Healthcare Brawijaya Jakarta mengatakan
"Memang tidak ada teknik persalinan yang mampu menghilangkan rasa sakit hingga 100%. Paling cuma 80% saja. Tapi, kami ingin memberikan alternatif bagi para ibu yang akan melahirkan dengan mengurangi rasa sakitnya," ujarnya.
Otamar menjelaskan, proses melahirkan dalam air sebenarnya sudah ada sejak lama. Proses itu ditawarkan di Rusia pada l960-an oleh Igor Tjarkovsky. Sesuai perkembangan zaman, model persalinan itu pun terus berkembang ke Amerika Serikat, Eropa, dan Indonesia.
“Di Amerika melahirkan dalam air tidak begitu gampang diterima. Sebab, tahu sendirilah, mereka punya ego sendiri. Tapi, beberapa rumah sakit di Amerika sudah menggunakan teknik tersebut," ujarnya.
Pada persalinan dengan metode di dalam air, calon ibu akan dimasukan ke dalam kolam berisi air hangat pada saat memasuki bukaan keenam. Tujuannya agar kulit vagina menjadi tipis dan lebih elastis sehingga akan lebih mudah meregang saat kepala bayi keluar melewati vagina. Bahkan jika persalinan berjalan lancar maka tidak perlu sampai harus merobek bibir vagina.
Selain itu, air hangat pada kolam juga akan memberikan rasa nyaman, tenang dan rileks, pada keadaan rileks ini tubuh akan melepaskan endorphin (semacam morfin yang dibentuk oleh tubuh sendiri) untuk mengurangi rasa sakit.
Air hangat juga mampu menghambat impuls – impuls saraf yang menghantarkan rasa sakit, sehingga membuat persalinan tidak begitu terasa berat.
Pada persalinan dalam air ini, suami juga memiliki peran sangat penting di dalam kelancaran persalinan, yaitu dengan melakukan pemijatan pada punggung ibu yang bertujuan memberikan rasa rileks dan nyaman kepada ibu saat persalinan dilakukan di dalam kolam.
Persalinan dengan metode water birth ini berlangsung kurang lebih 1-2 jam setelah bukaan keenam. Pada persalinan biasa membutuhkan waktu hingga 8 jam.
Melahirkan di dalam air sangat membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.
Selain itu, melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya.
Pada persalinan dalam air ini, suami juga memiliki peran sangat penting di dalam kelancaran persalinan, yaitu dengan melakukan pemijatan pada punggung ibu yang bertujuan memberikan rasa rileks dan nyaman kepada ibu saat persalinan dilakukan di dalam kolam.
Persalinan dengan metode water birth ini berlangsung kurang lebih 1-2 jam setelah bukaan keenam. Pada persalinan biasa membutuhkan waktu hingga 8 jam.
Melahirkan di dalam air sangat membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.
Selain itu, melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya.
Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.
Kelemahan water birth
Sementara itu, sebuah penelitian mengungkapkan kekhawatiran medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akan terengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka.
Studi 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam.
Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak.
Kelemahan water birth
Sementara itu, sebuah penelitian mengungkapkan kekhawatiran medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akan terengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka.
Studi 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam.
Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak.
Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.




0 komentar:
Posting Komentar