ARTAEntah karena grogi atau sedang memikirkan sesuatu, Ketua MPR Taufiq Keemas yang terpilih menjadi The True Wakil Rakyat versi Seputar Indonesia 2011, saat berbicara di depan podium salah mengucapkan nama RCTI.
"Assalamualikum, salam sejahtera, selamat siang, terima kasih untuk RCTV," tutur suami Megawati yang sontak saja membuat para penonton tertawa mendengarkan pidatonya, di studio 4, RCTI, Selasa (17/5/2011).
Sadar salah menyebutkan nama RCTI, Taufik pun langsung meralatnya dan seperti tak berekspresi.
"Maksudnya RCTI, dua tahun lalu saya menjadi anggota MPR, mengusungkan Pancasila, UUD 1945. Untuk negara kesatuan, Bhineka Tunggal Eka. Dengan bantuan RCTI, dan tanpa pers sosialisasi ini tidak bisa diharapkan untuk menjadi negeri yang diharapkan," tukasnya.
Salah pengucapan yang dilakukan Taufiq Kiemas di depan publik tak terjadi kalai ini saja. Pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta, Jumat 1 Oktober lalu, Taufiq Kiemas beberapa kali salah dalam membaca naskah UUD 1945. Taufiq salah mengucapkan sila dalam pancasila, salah satunya sila kelima dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya.
"Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia," ujarnya.
Keseleo lidah oleh Taufiq juga terjadi ketika pertama kali memimpin Sidang Paripurna MPR dengan agenda pelantikan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. Waktu itu Taufiq berulang kali melakukan kesalahan penyebutan nama dan gelar yang seharusnya sudah familiar.
Kesalahan pertama yaitu menyebutkan nama Jusuf Kalla dan Baharuddin Jusuf Habibie pada saat awal pidato pembuka paripurna. Taufiq pun berulang kali salah menyebutkan gelar yang melekat pada nama Susilo Bambang Yudhoyono. SBY, yang bergelar doktor, dilafalkannya sebagai "dokter".
Kesalahan tak hanya pada penyebutan gelar. Saat menutup sidang paripurna, TK bahkan salah menyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono, bertukar dengan gelarnya. "Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Doktor... maaf... Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Taufiq.
"Assalamualikum, salam sejahtera, selamat siang, terima kasih untuk RCTV," tutur suami Megawati yang sontak saja membuat para penonton tertawa mendengarkan pidatonya, di studio 4, RCTI, Selasa (17/5/2011).
Sadar salah menyebutkan nama RCTI, Taufik pun langsung meralatnya dan seperti tak berekspresi.
"Maksudnya RCTI, dua tahun lalu saya menjadi anggota MPR, mengusungkan Pancasila, UUD 1945. Untuk negara kesatuan, Bhineka Tunggal Eka. Dengan bantuan RCTI, dan tanpa pers sosialisasi ini tidak bisa diharapkan untuk menjadi negeri yang diharapkan," tukasnya.
Salah pengucapan yang dilakukan Taufiq Kiemas di depan publik tak terjadi kalai ini saja. Pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta, Jumat 1 Oktober lalu, Taufiq Kiemas beberapa kali salah dalam membaca naskah UUD 1945. Taufiq salah mengucapkan sila dalam pancasila, salah satunya sila kelima dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya.
"Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia," ujarnya.
Keseleo lidah oleh Taufiq juga terjadi ketika pertama kali memimpin Sidang Paripurna MPR dengan agenda pelantikan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. Waktu itu Taufiq berulang kali melakukan kesalahan penyebutan nama dan gelar yang seharusnya sudah familiar.
Kesalahan pertama yaitu menyebutkan nama Jusuf Kalla dan Baharuddin Jusuf Habibie pada saat awal pidato pembuka paripurna. Taufiq pun berulang kali salah menyebutkan gelar yang melekat pada nama Susilo Bambang Yudhoyono. SBY, yang bergelar doktor, dilafalkannya sebagai "dokter".
Kesalahan tak hanya pada penyebutan gelar. Saat menutup sidang paripurna, TK bahkan salah menyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono, bertukar dengan gelarnya. "Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Doktor... maaf... Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Taufiq.




0 komentar:
Posting Komentar