ARTA Riyadh – Saudi Arabia akan membuka pusat rehabilitasi
obesitas setelah otoritas kesehatan Arab menemukan seorang pria memiliki
berat 610 kg harus dirawat karena terlalu gemuk. Dia adalah pria
terberat di dunia.
Pria itu bernama Khaled Mohsen Shaeri, diterbangkan dari kota
asalnya, Jazan ke Riyadh pada hari Senin (19/8/2013). “Kami akan segera membuat semacam obesitas center untuk kasus-kasus kegemukan yang makin lama makin banyak ditemukan di negara ini,” kata Mahmoud al-Yamani, Direktur Jenderal King Fahal Medical City (KFMC) seperti dirilis al-Arabiya (21/8/2013). Obesitas center itu nantinya akan dinamakan Pusat Perawatan Obesitas Nasional.
Menurutnya, ini adalah istruksi dari Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr. Abdullah al-Rabeeah setelah melihat keadaaan Shaeri di KFMC. Menteri Kesehatan berharap Shaeri pulih dengan cepat. “Kasus Shaeri adalah unik,” kata Ayedh al-Qahtani, kepala tim medis yang merawat salah satu orang terberat di dunia itu.
Dr al-Qahtani mengatakan bahwa Shaeri lahir dari orang tua yang normal, tapi dua dari 10 saudara dan saudarinya menderita obesitas. Satu saudaranya punya berat badan 150 kg dan satunya 100 kg. Shaeri lahir normal tetapi ketika ia berusia satu tahun ia menderita tumor pankreas dan sekitar 90% dari pankreasnya tidak berfungsi.
“Penggunaan berlebihan insulin untuk menggantikan hormon yang diproduksi oleh pankreas sejak usia dini mungkin membuatnya rentan terhadap obesitas,” kata Dr al-Qahtani. Rehabilitasi di Riyadh akan membantunya menurunkan berat badan sebanyak 15 kg–30 kg per bulan.
Selama ini Shaeri dirawat oleh ibunya dengan segala kasih sayang. “ Ibunya melayani Shaeri dengan kesabaran dan dedikasi. Dia memandikan dan memberi makan. Dia seorang wanita hebat,” kata Dr al-Qahtani.
Sebelumnya, menurut Guinness World Records, rekor berat badan orang yang masih hidup dipegang oleh Manuel Uribe dari Meksiko, yang beratnya 560 kg pada tahun 2006.
Pria itu bernama Khaled Mohsen Shaeri, diterbangkan dari kota
asalnya, Jazan ke Riyadh pada hari Senin (19/8/2013). “Kami akan segera membuat semacam obesitas center untuk kasus-kasus kegemukan yang makin lama makin banyak ditemukan di negara ini,” kata Mahmoud al-Yamani, Direktur Jenderal King Fahal Medical City (KFMC) seperti dirilis al-Arabiya (21/8/2013). Obesitas center itu nantinya akan dinamakan Pusat Perawatan Obesitas Nasional.
Menurutnya, ini adalah istruksi dari Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr. Abdullah al-Rabeeah setelah melihat keadaaan Shaeri di KFMC. Menteri Kesehatan berharap Shaeri pulih dengan cepat. “Kasus Shaeri adalah unik,” kata Ayedh al-Qahtani, kepala tim medis yang merawat salah satu orang terberat di dunia itu.
Dr al-Qahtani mengatakan bahwa Shaeri lahir dari orang tua yang normal, tapi dua dari 10 saudara dan saudarinya menderita obesitas. Satu saudaranya punya berat badan 150 kg dan satunya 100 kg. Shaeri lahir normal tetapi ketika ia berusia satu tahun ia menderita tumor pankreas dan sekitar 90% dari pankreasnya tidak berfungsi.
“Penggunaan berlebihan insulin untuk menggantikan hormon yang diproduksi oleh pankreas sejak usia dini mungkin membuatnya rentan terhadap obesitas,” kata Dr al-Qahtani. Rehabilitasi di Riyadh akan membantunya menurunkan berat badan sebanyak 15 kg–30 kg per bulan.
Selama ini Shaeri dirawat oleh ibunya dengan segala kasih sayang. “ Ibunya melayani Shaeri dengan kesabaran dan dedikasi. Dia memandikan dan memberi makan. Dia seorang wanita hebat,” kata Dr al-Qahtani.
Sebelumnya, menurut Guinness World Records, rekor berat badan orang yang masih hidup dipegang oleh Manuel Uribe dari Meksiko, yang beratnya 560 kg pada tahun 2006.




0 komentar:
Posting Komentar